Somebody said:
"The world is only as wide as you make it... If you think it full of possibilities, then it becomes limitless... "I guess it came out of the deep recesses of my mind... And it kinda rang true... Haha!
Life... As weird and wonderful though it may be.... Life always turns surprises in our path. Be it good, be it bad... Let come what may. This blog do I dedicate to all who may read. That we may share understanding of men and people; especially of self.
Somebody said:
"The world is only as wide as you make it... If you think it full of possibilities, then it becomes limitless... "I guess it came out of the deep recesses of my mind... And it kinda rang true... Haha!
Sabda Rasulullah..
إذا أحب الله عبدا رزقه الله أخا صالحا. إن ذكر الله أعانه، وإن نسي ذكره
Posted by
'Umayr SRA
at
7:27 PM
|
Labels: AlHadiith, Reflection, Self
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
I fear.
I cry.
I laugh.
I shout.
huhuhuuhahhahuahuahuhauhuuhuhuhuhuhuhuhuhuuhuhuhuhu
yeayeyyyyeaerrrrrrrrrrghghgh!!!!!
Posted by
'Umayr SRA
at
8:07 PM
|
Labels: Reflection, Self, Society
Allah berfirman: “Oleh itu berilah peringatan, jika peringatan itu berguna.” (Al-A’la: 9)
Ayat di atas saya terjemahkan berdasarkan tafsiran Dr. Abdul Karim Zaidan terhadap ayat tersebut. Ia diterjemahkan sebagai ‘oleh itu berilah peringatan, kerana peringatan itu bermanfaat’ oleh terjemahan yang biasa kita baca di Malaysia. Dr. Abdul Karim Zaidan mengaitkan peringatan dengan hasil dan berpendapat bahawa jika peringatan itu diyakini akan memberi manfaat, memberi peringatan tersebut adalah wajib. Jika diyakini tidak memberikan manfaat, terpulang kepadanya untuk memberikan peringatan atau tidak. Ini menunjukkan antara lain perlunya seseorang berfikir wasilah, kaedah, pendekatan dan uslub yang paling mampu merubah sebelum teguran tersebut diberikan.
- Ustaz Fauzi Asmuni di blognya, Satu Perkongsian dalam artikel ini.
Posted by
'Umayr SRA
at
4:40 PM
|
Labels: Friends, Reflection, Self, Society
Today, a well-respected brother is gonnna fly to UK. He's gonna follow the path towards his success. I hope that his success will contribute greatly towards Islam.
Each person will have his/her own path. Paths will converge and diverge. When it comes time to follow one's own path, let it be known that others will be with you in soul if not in self.
Posted by
'Umayr SRA
at
4:30 PM
|
Labels: Friends, Reflection
Posted by
'Umayr SRA
at
6:19 AM
|
Labels: Path 1, Path 2, Reflection, Self
I had an idea... But as my mind raced, the idea flew away.
Posted by
'Umayr SRA
at
3:36 PM
|
Labels: Blog, Reflection
Sometimes what you might see as entertaining might not be for others...
Posted by
'Umayr SRA
at
7:45 PM
|
Labels: Opinion, Reflection, Self, Society
Waaaa!! Another 4 months!!! Waaaaa!!!!
Tralala... Best nyer jadi orang grad nanti...
Tapi tak best sebab dah kene cari keje...
Sape nak bagi kerja kat saya?! Meh la sini! Saya beri resume... Nak?
Pandai
Oleh: 'Umayr SRA
Aku pandai bermadah...
Aku pandai berkata...
Namun hasilnya?
Aku pandai berinteraksi...
Aku pandai beraksi...
Namun hasilnya?
Aku pandai mempengaruh...
Aku pandai memujuk...
Namun hasilnya?!
Ya Allah...
Andai Engkau melihat pada hasil usahaku semata,
Nescaya aku takut aku tak mampu masuk ke syurgaMu.
Maka Kau jadikanlah aku manusia yang tetap berusaha,
Walau dalam kehampaan hasil seteruk mana sekalipun.
Maka kau jadikanlah aku insan yang tetap tabah dan teguh hatinya,
Dalam menjaga batas dan nilai agamaMu.
Maka Engkau pertingkatkan kefahamanku,
Agar aku faham;
Siapakah diriMu...
Kenapa Kau jadikan ku...
Apa tanggungjawabku...
Siapa saudaraku...
Dimanakah tempatku...
Maka Engkau perteguhkanlah tekadku,
Agar aku tetap;
Dalam keimanan yang jitu...
Dalam kesungguhan yang memacu...
Agar aku kekal;
Atas jalan agamaMu...
Atas jalan ketaatan kepadaMu...
Atas jalan mengajak manusia ke arahMu...
Ya Allah...
Aku masih lemah.
Jiwaku masih ternoda dengan dosa yang sekian kecil.
Benak diriku masih dihantui perasaan mazmumah.
Kau buangkanlah segala itu dari hatiku.
Kau kikislah sisa-sisa daki busuk itu dari teras diriku!
Hanya saja Engkau tempat berlindungku.
Dari jahatnya diriku sendiri.
Wahai Allah...
Wahai arRahman...
Wahai arRahiim...
Wahai Yang Maha Bijaksana!
Wahai Yang Maha Agung!
Wahai Dzul Jalaali wal Ikraam!!!
---
Tunduklah wahai hati yang degil.
Sedarlah wahai jiwa yang liat!
Diamlah wahai nafsu yang bergolak!
Tenanglah wahai diri yang keliru...
---
Nota:
Ini bukan dimaksudkan sebagai sajak. Tapi ianya rintihan hati seorang manusia yang belum sedar dirinya terlalu kerdil dibanding Allah yang Maha Esa. Takutlah tidak-ikhlasnya diri.
Posted by
'Umayr SRA
at
1:30 PM
|
Labels: Du'a, Reflection, Self
Posted by
'Umayr SRA
at
3:55 PM
|
Labels: AlQur'an, Reflection
Sebuah sajak, aku dedikasikan buat diriku dan yang sejiwa denganku mengharap pada Yang Tertinggi...
Dedikasi khas buat sahabatku Hafiz Bai. Yang bakal melangkah meninggalkan kami untuk meneruskan perjuangannya mengumpul ilmu ilahi.
---
Kembali
- 'Umayr SRA [20.06.2007]
Kau terhenti sebentar
Lantaran terdetik di jiwa
Suatu perasaan gusar
Mendorong hentinya langkah
Ke arah sebuah tujuan
Ke arah sebuah daerah
Atas suatu jalan
Fii sabili lLah...
Setelah sejenak kau berhenti
Setelah sesaat merenung kembali
Lantas kau temui
Sebuah inspirasi
Memulangkan keyakinan diri
Untuk terus berjuang kini
Tulislah kembali
Ucaplah kembali
Dengan kata-kata yang penuh hikmah
Dengan ungkapan imbauan pengalaman
Sentuhan sebuah hidup yang berwarna-warni
Dengan pelbagai kekuatan
Terbitan dari pelbagai sumber jiwa
Berinspirasi seni ruhi
Lalu kumpulkanlah seluruh daya kekuatanmu
Kembalikan semangat perjuanganmu
Hapuskan bayang semu dalam jiwamu
Bersihkan kotor dosa yang manghambat hatimu
Kemudian melangkahlah
Menuju sebuah keindahan
Menghampiri sebuah taman
Yang telah dijanjikan
Untuk mereka yang beriman
Dan tetap istiqamah dalam perjuangan
Ikhwaniy waakhawatiy
Da'wah ini bagaikan seni
Penuh dengan selok belok yang belum ditentukan
Ragamnya, engkau bebas mencorakkan
Indahnya, engkau bebas menggambarkan
Tetapi ingat...
Hasilnya, Allah yang menentukan...
Allahua'lam...
Aku rasa sengal... Haha!
baru membaca sedikit, tapi telah terasa kesengalan dan kejahilan diri ini...
Adeih... Teruknya aku...
---
Aku dah lama tak menulis yang berisi. Diri sendiri tengah rasa cukup tak berilmu... Aqal dah tumpul kot. Kene tajamkan balik.
---
Agaknya aqalku tumpul sebab dah jarang kot amalanku. Entah la... Hati rasa tak tenteram...
Kalian du'akan ya...
---
Allahumma... Kau ampunilah segala dosa yang mebuatkan hati ini gelap Ya Rabb. Kau hindarkanlah diriku ini dari terpijak dan terjebak ke dalam perkara yang Engkau munkari. Sungguh, aku rasa terlalu teruk diri ini Ya Allah... Kau turunkanlah ketenangan ke dalam hati ini ya Allah...
---
Hati Meraunnggg!!! Aaaaaahhhhhhhhh~~!
Posted by
'Umayr SRA
at
9:44 AM
|
Labels: Issues, Path 2, Reflection, Self
An Ustaz went into the area where pickpockets were rampant. And he lost his wallet. He complained to a friend of his, who apparently was the murabbi of this "Usrah Pencopet Saku."When I heard of "Usrah Pencopet Saku", I laughed. Although the irony of it does strike me, I have to say to say that here in Malaysia, I doubt anyone from any Islamic movement group has achieved that kinda level. With the eagerness to actually reform people extending even to these kinds of people. People who would usually receive looks of disapproval just because of what they do. Granted, pick-pocketing is not an honest job. But who knows why they do it, if people do not care to approach them and try to understand them?
The murabbi then went to his group to ask about his friend's wallet.
Murabbi: Here... My friend, an Ustaz, just lost his wallet. I wonder if any of you knows where it is.
Mutarabbi: Hmm... The color and appearance?
The murabbi told him.
Mutarabbi: Hold on moment.
The mutarabbi goes off for a while. Then he comes back with the described wallet.
Mutarabbi: Here it is.
Mutarabbi passes the wallet to his murabbi and the murabbi passes it back to the owner.
One feels less knowledgeable as one acquires more knowledge...I dunno. But I think that aptly describes me. Just when I thought I had understood men and people, more comes around the corner and confounds me. Even those I already know confound me at times.
Posted by
'Umayr SRA
at
11:32 AM
|
Labels: Issues, Reflection