Redirect You

This page is just an archive for all my old posts. My new blog is at blog.sayfurrahman.com. Thank you.

Showing posts with label Language. Show all posts
Showing posts with label Language. Show all posts

19 December 2007

A Wide World

Somebody said:

"The world is only as wide as you make it... If you think it full of possibilities, then it becomes limitless... "
I guess it came out of the deep recesses of my mind... And it kinda rang true... Haha!

29 September 2007

Kasih

I have come to the conclusion that the word kasih is more similar to 'care' in English rather than 'love'.

Am I right? Come on upholders of language! Give your comments!

22 September 2007

Tactics

"Listen to me, we have to do this perfectly. Let's do this like we rehearsed. No one deviates from the plan unless something major happens to push us off track. And THEN you may react accordingly. Am I clear?" The Major expressed his orders.

"Sah! Yais sah!"

The squad consisted of four young men. All able bodied, all trained to use their bodies as weapons of war and murder (imagine a face pulled in a grimace here and scowling. YEARGH~!). Yep. Perfectionists of Assasinations and Murder. That's why their squad is designated PAM.

"Uh... Boss. 'Ow come our squad's name sounds so girly?"

"You know, private... If you were any cleverer you'd be my superior." Said the Major in dangerously calm voice. "BUT YOU'RE NOT!!! SO SHADDAP AND FOCUS NITWIT!!"

"Uh... Yes sir." Private Jim replied, diminutive and subdued.


---

Okay. I got bored of this too...

18 September 2007

Quick-Tongue

This is not a poem; it's a lamentation...

Why do we have to let our tongues run loose?
Letting it fire blast upon blast unto people,
Thinking, "They will forgive me,
"For we are brothers."

Why do we lack so much control on what we say?
That what we say fares little investment or care
In the feelings of others...

Why do we forget the ayat in the Qur'an,
That remind us:

O ye who believe!
let not some men among you laugh at others:
it may be that the (latter) are better than the (former):
nor let some women laugh at others:
it may be that the (latter) are better than the (former):
nor defame nor be sarcastic to each other,
nor call each other by (offensive) nicknames:
ill-seeming is a name connoting wickedness,
(to be used of one) after he has believed:
and those who do not desist are (indeed) doing wrong.
[49:11]

How easily do we let it by us.
Forgotten and neglected.

How easily do we call names upon others,
Yet how easy do we forget,
That we are almost no different.

21 June 2007

Mihnah

Dedikasi buat yang lemah dek ujian dan mihnah...

---

Mihnah
- 'Umayr SRA [21.06.2007]

Sebuah rangkap madah indah
Menjadi sentuhan penghibur jiwa
Agar kau merasakan hilang gundah
Merawat jiwa yang dihambat lara

Perkasakan dirimu hai jiwa mujahid!
Kuatkan dirimu hai jiwa mujahidah!
Engkau penjunjung kalimah tauhid,
Pastikan engkau tabah menghadapi mihnah.

Engkau akan lalui pelbagai ujian
Maka hadapilah dengan penuh ketabahan

Engkau bakal diuji dengan dugaan hati
Maka siramlah ia dengan dzikir ilahi
Moga kan terbit dan hadir kembali
Sinar cahaya dari ikhlasnya hati

Ikhwaniy dan Akhawatiy...
Sabarlah...
Tabahlah...
Istiqamahlah...
Moga kita bertemu di Jannatu lLah!

20 June 2007

Kembali

Sebuah sajak, aku dedikasikan buat diriku dan yang sejiwa denganku mengharap pada Yang Tertinggi...

Dedikasi khas buat sahabatku Hafiz Bai. Yang bakal melangkah meninggalkan kami untuk meneruskan perjuangannya mengumpul ilmu ilahi.

---

Kembali
- 'Umayr SRA [20.06.2007]

Kau terhenti sebentar
Lantaran terdetik di jiwa
Suatu perasaan gusar
Mendorong hentinya langkah
Ke arah sebuah tujuan
Ke arah sebuah daerah
Atas suatu jalan
Fii sabili lLah...

Setelah sejenak kau berhenti
Setelah sesaat merenung kembali
Lantas kau temui
Sebuah inspirasi
Memulangkan keyakinan diri
Untuk terus berjuang kini

Tulislah kembali
Ucaplah kembali
Dengan kata-kata yang penuh hikmah
Dengan ungkapan imbauan pengalaman
Sentuhan sebuah hidup yang berwarna-warni
Dengan pelbagai kekuatan
Terbitan dari pelbagai sumber jiwa
Berinspirasi seni ruhi

Lalu kumpulkanlah seluruh daya kekuatanmu
Kembalikan semangat perjuanganmu
Hapuskan bayang semu dalam jiwamu
Bersihkan kotor dosa yang manghambat hatimu

Kemudian melangkahlah
Menuju sebuah keindahan
Menghampiri sebuah taman
Yang telah dijanjikan
Untuk mereka yang beriman
Dan tetap istiqamah dalam perjuangan

Ikhwaniy waakhawatiy
Da'wah ini bagaikan seni
Penuh dengan selok belok yang belum ditentukan
Ragamnya, engkau bebas mencorakkan
Indahnya, engkau bebas menggambarkan
Tetapi ingat...
Hasilnya, Allah yang menentukan...

Allahua'lam...

26 May 2007

Mujahid

Mujahid Islam...

Betapa aku sungguh inginkan gelaran itu.

Namun terdetik di hati,
Apakah aku layak??


Tersentak...

Tatkala ada yang menggelarku demikian.

Walaupun aku sekadar menyampaikan,

Apa yang aku rasa diperlukan,
Oleh seorang saudara yang memerlukan...

Dari Kitab Allah... Al-Qur'an.


Aku melihat kembali

Apakah layaknya diri?

Aku merenung kembali

Menerjah ke kalbu hati


Apakah diri ini sudah selesai urusan hati?
Apakah diri ini sudah mencintai RABBIY?
Apakah diri ini sudah taubat sepenuh hati?

Apakah diri ini sudah munajat mengharap ILAHIY?

Apakah diri ini...?

Apakah diri ini...?

Apakah diri ini...?
Lalu apakah diri ini...?
Dan seribu satu macam persoalan...

Aku belum berjihad sesungguhnya
Aku belum mengharap syahid sesungguhnya
Aku masih takut mati sesungguhnya
Aku masih belum lengkap Rukun Islamku
Aku masih terkontang-kanting mencari kebenaran
Mencari secebis ketenangan dalam seribu kekeliruan

Maka apakah aku layak sebagai Mujahid Islam??

Sungguh...
Aku takuti harapan tidak tertemui

Lantas membawa kegundahan

Lantaran harapan tidak kesampaian.


Sungguh...

Aku takut dilihat manusia dengan pandangan

Yang belum tentu akan mencerminkan kebenaran

Hakikat diriku dan hatiku tentang keimanan


Ya Allah...
Engkau telah mengurniakan aku kepetahan berkata-kata

Maka kau peliharalah diriku dari fitnah manisnya kata
Semoga semua ikatanku bukanlah atas rapuhnya bahasa

Yang indah ditutur tersisip ungkapan menyentuh jiwa


Namun kau jadikanlah semua sahabatku rapat

Atas dasar kekuatan iman.

Atas dasar keutuhan taqwa.

Atas dasar ukhuwwah yang hakiki.

Atas dasar mengharap redhaMu, ILAAHIY.


Ya ILAAHIY...

Terimalah du'aku ini.

Hamba yang mengharap...

Merindu...
Redha dan kasih ILAAHIY.

Hamba yang ingin jua mencintai...

ALLAHU RABBIY.

Nukilan: 'Umayr SRA

08 May 2007

Farsyi t-Turaab!



This song is deep. If you really listen then you would know not to waste life on earth.

Here are the lyrics:

فرشي التراب
فرشي التراب يضمني وهو غطائي
حولي الرمال تلفني بل من ورائي
واللحد يحكي ظلمة فيها ابتلائي
والنور خط كتابه أنسى لقائي
والأهل اين حنانهم باعوا وفائي
والصحب اين جموعهم تركوا اخائي
والمال اين هناءه صار ورائي
والاسم اين بريقه بين الثناءِ
هذي نهاية حالي فرشي الترابِ
والحب ودّع شوقه وبكى رثائي
والدمع جف مسيره بعد البكاء
والكون ضاق بوسعه ضاقت فضائي
فاللحد صار بجثتي أرضي سمائي
هذي نهاية حالي فرشي الترابِ
والخوف يملأ غربتي والحزن دائي
أرجو الثبات وإنه قسما دوائي
والرب أدعو مخلصا أنت رجائي
أبغي إلهي جنة فيها هنائي


Here's a translation of the lyrics [reedited: 10.5.2007]:

Dust is My Bed
Meshary AlArada
-translation touched up by YM-

Dust is my bed,
It embraces me And it is my cover.
The sand surrounds me even behind my back
And the grave tells a dankness of my affliction
And the brightness draws a line...
Forgetting its meeting with me.

And family... Where is their love?
They sold my loyalty!
They sold my loyalty!
My loyalty!

And friendship... Where is it all?
They left my brotherhood!
They left my brotherhood!
My brotherhood!

And wealth... Where is its bliss?
It is behind my back now
And reputation... Where does it shine between praises?
This is my end and dust is my bed

And love farewelled longing and my lament cried
And the tears went dry after the crying
And the universe became small in its wideness...
...and thus did my space
And the grave became my ground; my sky
This is my end and this is my bed

Fear fills my estrangement and sadness is my illness
I expect firmness and I swear it’s my cure
And for Allah i pray faithfully, you are my hope
Allah! I desire heaven, to find bliss in it

And for Allah i pray faithfully, you are my hope
Allah! I desire heaven, to find bliss in it.

Comment: The original translation was rather weird, so I changed/paraphrased some parts of the lyrics - with help from a friend who understands Arabic. Hopefully it doesn't seem so weird now.

The line:
والحب ودّع شوقه وبكى رثائي
...is so daym hard to tranlate!! Daym...
أستغفر الله

22 April 2007

كتبت بالعربية

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

أنا عمير سيف الرحمان بن عين اللطفي بن محمد لزيم...

بسم الله الرحمان الرحيم.
أكتب بشعوري الملونة. اليوم ذهبت إلى احتفال مدرستي. قد لقيت زملاءي من كثير المكان. بعضهم جاء من كيه إيل, وإحداهم قد رجع من بلد الإنجلزي, جاء من أمريك في أسبوع الماضي, وهو حارث فخر الدين. من زملاءي الأخرين, زبير وإيزمين وذكري ونقيبي في المدرسة, نعيم.

إلى اللقاء


Anybody!!! Correct my language!!! Aaahh!!

18 April 2007

Try To Write Du'a

I am testing the functionalities of Scribefire right here mates...

I wonder ho this will turn out.

[Du'a]
O, Lord... Cleanse my heart. Forgive me of my sins... I feel far from you, but not because you have deserted me... But that I have deserted you. I strayed far. I let my desires guide me, but did not guide my desires.

Yaa Allah... Enta rabb. Khalaqta sSamaawati walArdh wamamassaka min l-lughuub... Enta 'aliimu l-khabiir... Astaghfiruka lLlah, rabbu l-jalil. Astaghfiruka lLah, rabbu n-naas. Astaghfiruka lLah, walaa ilaaha illa enta, subahanaka inniy kuntu mina z-zholimiin. Allahumma innaka 'afuwwun karim, tuhibbu l-'afwa fa'fuw 'anniy. Allahumma qulta fii l-Qur'an annaka tawwabun r-Rahiim, fatub 'alayya, 'abduka z-zolimun binafsih... faghfir liy, ya Allah... faghfirliy...

Ya rabb, ya muqalliba l-quluub. Tsabbit qalbiy 'alaa dinik. Tsabbit qalbiy 'alaa tho'atik. Tsabbit qalbiy 'alaa da'wati ilaa sabilik, innaka ni'ma l-maulaa wani'ma n-nashir. Allahumma th-thhur qalbiy. Allahumma nawwir qabiy kamaa nawwarta quluubu rusulik. Allahumma nawwir qalbiy kamaa nawaarta quluubu s-saabiquun, al-ladzi qulta fii l-qur'an hum min al-muqarrabiin.

Allahumma j'alniy min al-muslimiin wal-mu'miniin. Allahumma j'alniy min al-qaliil. qulta fii l-qur'an anna al-syaakiriin hum min al-qaliil, faj'alniy min al-qaliil, syaakirun 'alaa ma ja'alta lana fii hadzihi d-dunya. Syakirun 'alaa kullu ni'amika. Allahumma j'alniy min al-ladzina qaaluu, "wamaa min ni'amika nukadzzib" 'inda yasma'uuna l-ayaat, "fabiayyi aalaa' rabbikumaa tukadzzibaan?", fii qur'aanik min suuratu r-Rahmaan.

Allahumma dzakkirniy maa nasiitu, wa'allimmniy maa jahiltu. Allahumma najjihniy fii l-imtihaan. Khususan fii l-imtihaani l-ladziy sauwajjihuhu hadza l-yaum. Imtihaani {
bahasa-bahasa pengaturcaraan}. Allahumma laa sahlaa, illa maa ja'altahu sahlaa, wa-enta taj'alu l-huzna, in syi'ta sahlaa. Allahumma barik li maa, tholabtu min mu'allimiiniy. Allahumma baarik liy maa daarastu min 'ilmuka l-waasi'.

Rabbanaa taqabbal minnaa solaatanaa wadu'aa-ana, innaka enta s-samii'u l-'aliim. Watub 'alaynaa innaka enta t-Tawwabu r-Rahiim. Allahumma -ghfir lanaa dzunuubanaa wali waalidiinaa war^hamhumaa kamaa rabbawnaa sighaara. Rabanaa aatinaa fii d-dunya hasanah, wafii l-aakhirati hasanah. Waqinaa 'adzaaban n-naar. Wa-adkhilnaa jannata ma'a l-abraar, yaa aziiz, yaa ghaffaar, yaa dza l-jalaali wal-ikraam. Washolla lLahu 'alaa saiyyidnaa Muhammad, wa'alaa aalihi washohbihi wasallam. Subhaanaka rabbi l-'izzati 'anmaa yashifuun, wasalaamun 'alaa l-mursaliin, walhamdulillahi rabbi l-'aalamiin.

17 April 2007

Testing... Feedback Needed

ﺃﺭﻳﺪ ﺃﻥ ﺃﻜﺘﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻐﺔ ﺑﺎﻟﻠﻐﺔ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ







ﻣﺎ ﺃﻧﺎ ﻋﺎﻟﻢ ﺑﻨﺘﻴﺠﺔ ﻫﺎﺫﺍ




Give me feedback! How does the above look on your comp?



[edit]

Hahaha! Apparently there were a few things wrong with my writing... Takpe! Korang betulkan lagi! I'm all fired up to learn 'Arabic!

[/edit]



15 April 2007

A Song Dedicated: Tell Me Why



This song was dedicated on IkhwanWeb at this page. I love the way the kid sings. I love his pronunciation. I love his intonation. I love the message in the song sung with passion and hearfelt emotions.

Lyrics:
Tell Me Why


In my dream,children sing
A song of love for every boy and girl
The sky is blue and fields are green:
And laughter is the language of the world
Then i wake and all i see
Is a world full of people in need


Tell me why (why) does it have to be like this?
Tell me why (why) is there something i have missed?
Tell me why (why) cos i don't understand
When so many need somebody
We don't give a helping hand
Tell me why?

Everyday i ask myself
What will i have to do to be a man?
Do i have to stand and fight
To prove to everybody who i am?
Is that what my life is for
To waste in a world full of war?

Tell me why(why) does it have to be like this?
Tell me why (why) is there something i have missed?
Tell me why (why) cos i don't understand
When so many need somebody
We don't give a helping hand
Tell me why
Tell me why
Tell me why
Tell me why
Tell me why
just tell me why, why, why

Tell me why(why) does it have to be like this?
Tell me why (why) is there something i have missed?
Tell me why (why) cos i don't understand
Tell When so many need somebody
We don't give a helping hand
Me Tell me why

Tell me why (why,why,does the tiger run)
Tell me why (why why do we shoot the gun)
Tell me why (why,why do we never learn)
Can someone tell us why we let the forest burn?
(why,why do we say we care)

Tell me why (why,why do we stand and stare)
Tell me why (why,why do the dolphins cry)
Can some one tell us why we let the ocean die?
(why,why if we're all the same)

Tell me why (why,why do we pass the blame)
Tell me why (why,why does it never end)
Can some one tell us why we cannot just be friends?

Why,why


30 March 2007

Kempen Pena Da'wah

KEMPEN PENA DA'WAH

Selama ini anda telah MENERIMA
Kini tibalah masa untuk MEMBERI

Tidak sukar...
Tidak mustahil...

Anda hanya perlu...
Menulis...

Tulis ape?
artikel, cerita, cerpen, cerpan, sajak, pantun, perkongsian, tadzkirah

Ahhh! Ape-ape je lah! Janji sesuatu KARYA bertulis!

Jom ramai-ramai kita meriahkan masa cuti kita!



Jumlah terkini peserta: 9 orang
Peserta Khas: 2 orang




Peraturan mudah je.

Tempoh: biar mula formally masa cuti nanti. Antara Mei hingga Julai.

Peserta:
Pertandingan Penulisan Iqra' - Ahli atau alumni Kelab Iqra' UTM. Join la wahai rerakan ikhwan dan akhawat!
Penyertaan Bahan Pena Da'wah - Sesiapa sahaja yang nak join. Ana sangat, sangat, sangat mengalu-alukan. (penyertaan khas)

Hadiah:
Ana tak boleh janji lagi. Dalam proses mencari sponsor. Tapi jangan harap lelebih la... Heh!

Penulisan Artikel:
  • Apa: bahan penulisan (asas realiti).
  • Tema: Hidup dan Tarbiyyah. Kaitkan hidup antum, dan tarbiyyah yang antum lalui selama nih. Tak kisah ah, setahun lepas ke. Dua tahun ke. Atau nak kaitkan Islam dengan seumur hidup antum ke.
  • Bentuk: perkongsian, pengajaran, kupasan qur'an/hadith, perumpamaan.
  • Saiz: tak perlu panjang sangat, tapi jangan pendek sangat. Pendek tuh dalam 5 perenggan yang terdiri dari 4 ayat at least. Panjang tuh ikut ah... Kalau rasa macam panjang sangat, pendekkan.
  • KREATIFLAH dalam menulis. Sesungguhnya ilham tu datang dari Allah untuk hamba yang mengharap.
  • Syarat lain: Pastikan tulis dengan tatabahasa penuh. Kengkadang tuh takpe ah. Tapi format penulisan tuh jaga, dengan huruf besar keciknya, dengan tanda titiknya, komanya, dan lain-lain.
Penulisan Karya Cerpen:
  • Apa: bahan penulisan (karya).
  • Tema: Hidup dan Tarbiyyah. Tulislah cerita inspirasi yang berkisar tentang tarbiyyah. Ikutlah nak buat cane. Nih ana biar je terbuka.
  • Saiz: tak kurang dari 450 perkataan. Ana check nanti pakai word.
  • Sama cam kat atas: KREATIFLAH.
Penulisan Karya Sajak/Pantun:
  • Apa: bahan kreatif (karya).
  • Tema: Hidup dan Tarbiyyah. Sama cam atas. Kaitkan dengan perasaan dan jiwa. Biasalah sajak kan seni. Heheh...
  • Saiz: Pantun, boleh buat dua baris atau empat baris. Sajak, tak kisah panjang mana.
  • Sama cam kat atas: KREATIFLAH.

Huish... Apa lagi eh? Kalau ada yang nak tambah kategori silakan...

Semua karya boleh hantar kat ana: yeop(dot)mayuru[at]gmail(dot)com
Letak label nih dalam tajuk tuh: [karya_iqra]

Setiap orang yang join kene hantar PALING KURANG SATU penyertaan. Tapi nak hantar banyak-banyak pun takpe. Takde masalah.

Kemudian macam ana sebut sebelum nih, ana ingat kalau cukup bahan terkumpul waktu cuti nih, ana nak terbitkan koleksi karya iqra dalam bentuk booklet.

29 March 2007

Sentimental

I am a sentimental person.
I value my emotions highly.
Although most of the time I show it not,
Believe me...
My emotions are there.

I cry easily.
I cry as I read books (some books).
And when I understand,
I cry reading the Qur'an.
I cried when reminded of my sins to Mom (forgive me Mom),
I cry when remembering times I was "kurang-ajar" to Abah (I apologise Abah).
I have cried my heart out sometimes.
But it makes me feel no less macho for all the crying I have done.
With macho meaning manly.

I empathize easily.
I have cried when I see my dear "adik-adik" KRj crying.
I have felt elation when my siblings and friends achieve something.
I have consoled when my closest need consoling.
But misunderstand not,
For my closest are my friends and family.
I have been excited when I delve into projects,
Oh so many and so wide a variety.
Thus far, I hope, it was all in sincerity.

I take to anger slowly, alhamdulillah.
InsyaAllah not because of indifference.
I dislike being angry, it hurts my heart and my body.
I dislike being angry, it severs me from my connection to God.
I dislike being angry, it drives me towards deeds unthought.

I love my family and friends.
And I'm not afraid to write it.
Although to say it...
Takes more courage that may I have to push it.
I love Allah, for all that He has given me.
I find that I cannot repay Him no matter what is done.
So I beseech Him to place amongst the grateful of His servants.

I like people praying for me.
I hate the action of looking down on me.
Though I still can't hate the person who does so.
For it is not my nature to hate so unwisely.

And with all that,
I make proof,
That I,
Am,
A,
Sentimental Person...


By:
'Umayr SRA.
Loud Dude, tryina be humble...

08 March 2007

Pasrahkan Diri

Aku lantas terjaga.

Kegusaran menghantui benak fikiranku yang gusar. Gusar akibat mimpi yang kukira tidak keruan maknanya.

Aku beristighfar. Astaghfirullahal'azhim. Ku cuba untuk mententeramkan jiwa yang resah ini.

Aku bangun. Segera mengingatkan diri kepada Allah. Tuhan yang Maha Pencipta. Tuhan yang Maha Kuasa. Aku segera mengucapkan, Laa ilaha illa Allah... Kalimah tauhid yang Rasulullah diutuskan untuk menyampaikannya.

Aku menyapu mukaku. Mengurut-urut dahiku yang berkedut menahan gundah. Jemariku ku leretkan mengurut seluruh anggota kepalaku menurun ke leher.

Aku bangkit dari pembaringan, lantas aku duduk di sisi katil. Masih berfikir. Berfikir akan mimpi yang menghantui fikiranku. Mahu sahaja nafsuku mentafsir pelbagai perkara dari sudut yang pelbagai juga. Namun ku tolak semua itu. Aku tahu. Betapa mimpi mudah dibuat mainan syaitan arRajiim.

Perlahan-lahan aku mengangkat diriku. Berdiri. Membiarkan darah mengalir ke seluruh badan. Membiarkan kembali tenaga yang hilang ketika tidur. Masih aku beristighfar dan berdzikir.

Aku merujuk jam dinding. Putih. Sengaja aku pilih putih, dengan jarumnya hitam. Mudah untuk ku rujuk waktu pada malam yang hening gelap gelita.

Jam mempamerkan pukul dua setengah pagi. Masih awal. Masih muda hari ini. Namun aku sedar. Jika aku tidak ambil peluang ini, maka aku akan rugi. Tertinggal untuk mengutip saham akhirat. Saham yang waktunya terhad untuk dikumpul pada waktu pagi. Pada waktu dan ketika makhluk masih tidur, melainkan jiwa yang merdeka dari dunia. Jiwa yang inginkan kebahagian yang melebihi apa yang dikecapnya di alam fana ini.

Aku memaksa tubuh yang masih kemalasan ini ke bilik air. Segera ku tunaikan hajat jasad yang terkumpul tika tidurku. Kemudian aku bersuci dengan kaedah penyucian yang begitu hikmah. Wudhu'.

Sebuah kaedah penyucian yang diajarkan arRasul (saw) kepada ummah. Penyucian yang terangkum di dalamnya sebuah penghayatan menyucikan jiwa. Sebuah penghayatan untuk terus mengaplikasikan sebuah deen dalam kehidupan seharian. Betapa mudahnya agama. Betapa hebatnya hikmah yang Maha Pencipta. Dijadikannya sesuatu bukan untuk menyusahkan, malah untuk memudahkan dan membantu hambaNya. Ku ucapkan Allahuakbar dengan kekaguman padaNya yang bertandang di onak fikiranku.

Selesai aku bersuci, aku keluar. Aku membentang sejadah. Bersedia untuk pasrahkan diri padaNya.

Niat aku pasang di dalam dada. Allahuakbar. Solat malamku bermula. Di dalam solat aku cuba untuk mengahayati bait-bait ayat-ayat kasih Allah yang kualunkan sendirian. Sebuah nukilan agung...

"Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang Memelihara dan Mentadbirkan sekalian alam. Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari akhirat). Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang Engkau telah murkai dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat." (alFatihah:1-7)

Aku cuba untuk mengkhusyu'kan diri. Pasrah dan berserah kepada Allah. Aku teruskan bacaanku.

"Saat yang tetap berlaku itu. Apakah dia sifat dan keadaan saat yang tetap berlaku itu? Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui tentang sifat dan keadaan saat yang tetap berlaku itu? (Saat itu ialah hari kiamat). Kaum Thamud dan Aad telah mendustakan hari (kiamat) yang menggempar dan mengharukan itu. Maka (masing-masing menerima azab dunianya), adapun Thamud (kaum Nabi Soleh), maka mereka telah dibinasakan dengan (petir) yang melampau dahsyatnya. Adapun Aad (kaum Nabi Hud), maka mereka telah dibinasakan dengan angin ribut yang kencang, yang melampau kencangnya. Yang diarahkannya menyerang mereka tujuh malam lapan hari terus-menerus; (kalaulah engkau menyaksikannya) maka engkau akan melihat kaum itu bergelimpangan mati, seolah-olah mereka batang-batang pohon kurma yang (tumbang dan) lompang. Dengan yang demikian, dapatkah engkau melihat lagi sisa-sisa mereka (yang masih hidup)?" (alHaaqqah:1-8)

Lantas air mataku jatuh berderai. Aku tersedu. Aku takut. Aku takut wahai Allah! Aku tidak mahu menjadi seperti itu ya Allah! Aku tidak mahu diseksa sedemikian ya Allah! Aku takut!! Aku takut dengan 'adzab seksaMu... Sekalipun didunia ini ya Allah...

Aku tundukkan kepalaku. Air mataku masih mengalir. Mengalir dengan rasa kesal atas dosa yang telah banyak ku lakukan. Sedar atau tidak sedar aku mengerti bahawa aku masih manusia. Dan aku tahu. Manusia tidak akan sekali-kali terlepas dari berbuat dosa.

Aku memohon. Berharap. Moga semua dosaku Engkau ampunkan wahai Allah. Moga segala silapku Engkau maafkan. Wahai Allah. Wahai arRahman, wahai arRahiim.

Sehabisnya malam itu gunakan dengan sempurna. Aku hayati sujudku. Aku penuhkan hatiku sedayaku dengan keikhlasan sekadar yang ku termampu. Kerana aku tahu. Mungkin itulah saat terakhirnya hidupku...


- 'Umayr SRA, cuba menghayati cinta rabbaniy melalui kisah dan tulisan.

p/s: Gambaran sketsa di atas bukanlah pengalaman penulis. Tetapi ambillah sekadar mana untuk mengubat jiwa yang kian terlupa.

07 March 2007

Aku Tidak Terdaya....

Air mataku lantas jatuh berderai, tatkala aku melihat sebuah email yang membalas emailku. Aku mengerti... Masih terdapat sahabat di dunia ini yang memahami erti jiwa merdeka.

Aku kesal. Berbagai persoalan timbul dan benam dari onak fikiranku. Betapa aku kian menyesali keterlekaan ku ini. Yang kian menyebabkan aku tertekan. Tertekan bukan salah siapa yang lain. Namun salah diri ini.

Salah diri ini yang sukar untuk mengucapkan do'a, "Wahai Allah! Aku berlindung padaMu dari rasa sesak dada dan kesedihan, dan aku berlindung padaMu dari kelemahan dan kemalasan; dan aku berlindung padaMu dari sifat pengecut dan bakhil; dan aku berlindung padaMu dari dilingkupi hutang dan dominasi manusia."

Betapa sebuah do'a yang pendek. Namun jiwa terasa berat untuk mengucapkan...

Kini, aku terjaga. Terjaga dek tamparan dunia yang kian pantas berlalu tanpa mengambil sedikit masa berehat sebentar. Aku tersedar diriku ketinggalan.

Aku kini terkapai-kapai dalam pengharapan. Mencari keajaiban yang mampu menyuntik semangat untuk aku bangkit dari mimpi yang kian lama menghantui persepsi diri aku ini. Mimpi ngeri, demikian kurasa setelah aku terjaga.

Kepada sahabat handaiku yang mudah meluahkan kata sokongan. Aku sayang kepada kalian dengan segenap pertalian cinta atas dasar kasih kepada Allah. Maka aku do'akan semoga Allah memberi kalian kebaikan di dunia dan di akhirat. Semoga bertemu kebahagiaan hakiki.

02 March 2007

Bingkisan Harapan

Assalamu'alaykum warahmatullah...

Arakian terjadilah kisah 'Umayr menyopankan diri. Maka tertulislah secebis lembaran digital yang berupa bahasa hikayat yang sedemikian indah.

Tertulisnya lembaran tersebut dengan sebuah bahasa. Bahasa yang tiada taranya jika terbanding dengan bahasa orang kasar. Terlalu sangat menyentuh jiwa dan raga. Maka berkatalah Sang Pujangga itulah bahasa Melayu, bahasa adat dan pustaka. Bahasa kasih dan cinta.

Arakian berkatalah 'Umayr dalam bahasa kasih dan cinta tersebut. "Dengan penuh lafaz ikhlas dan ta'zim maka Hamba mempersila Tuan Hamba Sekelian menunjuk ajar diri Hamba yang hina dina.

"Bukanlah Hamba dijadikan sempurna; oleh itu sebagai makhluk Allah yang Esa, maka bimbinglah Hamba dengan tanggungjawab Hamba yang Hamba rasakan berat ini.

"Hamba terbayang kesokan hari yang kian menjelang. Hamba terbayang wajah Tuan Hafiz yang ceria melayan pelajar-pelajar Sri Lalang. Terbayang sifatnya yang begitu belas dan sopan. Maka Hamba ingin memohon tunjuk dan ajar dari sekelian Pak-Pak Otai KRj. Semoga dengan do'a dan harapan, Hamba juga mampu menjadi sesopan dan sesoleh mereka akhirnya..."

Maka bersiaplah 'Umayr untuk menuntut ilmu kefasilitatoran dengan Pak-Pak Otai dan saudara segurunya Hafiz dengan bertapa di Sri Lalang...

Tersebutlah disini bahawa ceritera hikayat Sri Lalang belum terjadi. Maka Sang Pujangga penulis kisah, memohon dari segala jasa baik tuan-tuan pembaca ceritera agar MENUNGGU sehingga lewat DUA HARINYA lagi... (bersambungla tuh!! -- em... Hanya kalau 'Umayr rajin ye)


Sang Pujangga Penglipur Lara,
Yeop Mayuru

p/s: Alamak.... Panjang ler plak... Heheh! <-- Signature gelak 'Umayr.

22 February 2007

On Books

Books and books upon books...

Although I've had this love of books since I was small, there are just some books that elude my interest. God knows how hard it is to find the motivation to start such a one.

The problem mostly lies within. I know that. And the problem always resides with actually gaining enough momentum to START. Imagine me... Who is, as some of you knows, a "lintah buku", finding it hard to start reading. Kinda weird init?

20 February 2007

Ayat-Ayat Cinta

I've just read the novel Ayat-Ayat Cinta.

The verdict?

DAYYYM GOOD!!! (I hate "thumbs up" comments. They're so lame...)

---

Review (in Malay)

Uniknya novel ini ialah sang penulis, Habiburrahman El-Shirazy, menyisipkan ayat-ayat al-Qur'an dan hadith yang berkait rapat dengan peristiwa yang sedang dilalui. Di sinilah pembaca dapat melihat keindahan Islam yang terlaksana. Pembaca juga terdedah kepada aplikasi al-Qur'an di pelbagai situasi. Inilah yang menambah rencah dalam sebuah "novel pembangun jiwa".

Penulis juga menulis dari perspektif watak utama itu sendiri. Iaitu dengan menulis dengan gaya first-person. Dari awalnya hingga ke akhirnya terlihat peristiwa-peristiwa yang berlaku menurut sudut pandangan Fahri. Watak utama yang merupakan idealnya seorang lelaki Muslim.

Fahri merupakan seorang pelajar Andonesy (Indonesia) yang habis hafal 30 juz, menuntut di Al-Azhar, juga menuntut Qira'ah Sab'ah dari seorang sheikh yang terkemuka. Tapi tu semua tak penting. Yang menjadi teras citer nih adalah kehidupannya. Kehidupan ideal kita manusia yang seperti kita, yang seeloknya tegas berpegang pada prinsip. Terlihatlah bagaimana beliau mengharung kehidupan sebagai pelajar. Bagaimana beliau menghandle suasana yang perlukan kefahaman Islam sebenar.

Indahnya ketika beliau dengan akhlak yang begitu menjaga nilai-nilai Islam. Indahnya ketika beliau berinteaksi dengan tetangga. Indahnya cinta beliau setelah melangkah gerbang perkahwinan. Indahnya dan utuhnya nilai ukhuwwah pabila beliau dilanda ujian yang begitu menduga. Begitu indah sekali penulis menggambarkan suasana hidup bila Islam diamalkan sepenuhnya. MasyaAllah...

Sepanjang cerita Fahri bertemu dengan pelbagai ragam manusia. Dari jiwa yang sama dengannya inginkan kebahagian yang ada dalam lembayung Islam, hingga ke jiwa yang runtuh; rosak lantaran dada yang kosong dari iman. Dari jiwa yang tidak se'aqidah kepada jiwa inginkan syurga dan redha ilahi. Semuanya Fahri temui dalam kisah yang menyentuh jiwa ini.

Siapakah yang bakal menjadi teman hidup Fahri? Singkaplah rahsia di sebalik makna Ayat-Ayat Cinta.

By: YM/USRA


Search The Web